Tentang Waktu

“Halo. Boleh bicara dengan waktu?” tanyaku setelah nada sambung berganti dengan suara seseorang.
.
“Ya. Saya sendiri. Ada apa?”
Aku terdiam ragu untuk melanjutkan pertanyaan. .


.
“Kenapa waktu tidak bisa bertambah?”
.
“…”
.
“Tugasku banyak. Nggak ada waktu libur. Sekalinya libur, aku tidur lebih panjang. Sekalinya libur, aku lebih banyak jalan-jalan.”
.
“…”
.
“Halo? Kenapa pula waktu tidak bisa diulang kembali?”
.
“…”
.
Waktu tetap terdiam, sepertinya ia sedang berpikir, atau dia mungkin sedang sibuk menerima telepon-telepon lain yang sama-sama protes seperti diriku.
.
“Jika waktu bertambah, apakah kamu akan menggunakan setiap detiknya dengan baik?
Jika waktu diulang kembali, apakah kamu tidak akan lalai?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *