Seperti kayuhan Sepeda

Akhir-akhir ini mulai kok rasanya makin “pusing” ya, kurang fokus dan bener-bener ga teratur. Pernah ga sih di suatu saat kita mulai hilang harapan? Motivasi luntur? dan pokoknya pesimis banget deh rasanya.

Di tengah lamunan sore di depan masjid, kok seru liat anak-anak naik sepeda, ketawanya lepas banget. Makin jauh lagi, jadi inget waktu awal belajar sepeda. Sore itu, dengan semangatnya dibimbing oleh kakek naik sepeda. Saking semangatnya, habis isya’ dilanjut lagi belajar dan rela bangun pagi, masih gelap buat belajar lagi. Gak disangka banget cuma dalam waktu sehari, udah lancar naik sepeda walaupun udah jatuh berkali-kali.

Jadi ngebayangin, kenapa kok dulu bisa sebegitu semangat ya? Apa yang dikejar? Beda sama sekarang, gagal sedikit lemes, udah ga optimis lagi. Kita ga sadar, ternyata waktu kecil kita lebih tangguh dibandng yang sekarang, yang katanya udah dewasa, lulus di sekolah, bahkan yang udah bergelar. Sarjana sekalipun.

Impian kita memang lah terus membesar, tapi cara meraihnya tetaplah sama. Kita telah belajar lama untuk meraih impian itu, tapi kita lupa bahwa dulu kita pernah lebih tangguh dari hari ini. Impian yang kita kejar akan selaras dengan apa yang akan kita capai. Apa kalau makin keras usaha kita, hasilnya akan lebih bagus? memang kita tak pernah tahu hasil didepan seperti apa, tapi tempaan dari proses yang kita lakukan lebih berharga.

Sejatinya, kita saat ini seperti sedang naik sepeda dengan jalur tujuan masing-masing. Tak peduli, berapa banyak kendaraan yang lewat dan klakson yang terus berbunyi, kita tetap berjalan untuk mencapai tujuan yang telah kita tentukan sebelumnya. Kita tetap semangat di jalur yang telah kita yakini, sesekali kita melewati tanjakan maupun turunan yang curam. Adakalanya kita harus turun dan memperpelan langkah karena begitu curamnya turunan yang kita lewati. Ataupun kita harus turun untuk minum dan istirahat sejenak, karena kita sudah tidak sanggup melewati tanjakan yang ada di depan. Berhenti mengambil nafas, untuk menjangkau jarak yang lebih jauh, bukan mundur perlahan dan melupakan impian. Semagat terus teman-teman untuk meraih impian…. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *